Dinas KUKMP Kabupaten Purworejo Gandeng DPRD dan Konsultan, Gembleng Puluhan Paguyuban Pedagang Pasar Kutoarjo (PPK) Jadi Sukses Naik Kelas

By DINKUKMP 02 Jun 2026, 15:57:06 WIB Kegiatan

Berita Terkait

Berita Populer

Dinas KUKMP Kabupaten Purworejo Gandeng DPRD dan Konsultan, Gembleng Puluhan Paguyuban Pedagang Pasar Kutoarjo (PPK) Jadi Sukses Naik Kelas

Keterangan Gambar : Dinas KUKMP Kabupaten Purworejo Gandeng DPRD dan Konsultan, Gembleng Puluhan Paguyuban Pedagang Pasar Kutoarjo (PPK) Jadi Sukses Naik Kelas


PURWOREJO – Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, dan Perdagangan (DKUKMP) Kabupaten Purworejo menggelar Pelatihan Kewirausahaan hari pertama dengan mengusung tema “Menumbuhkan Jiwa Wirausaha Kreatif, Inovatif, dan Tangguh”. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (02/06/2026) di Gedung PLUT KUMKM Kabupaten Purworejo ini, menyasar 30 pelaku UMKM yang tergabung dalam Paguyuban Pedagang Pasar Kutoarjo (PPK), Kecamatan Kutoarjo.
Ketua Pelaksana Kegiatan sekaligus Kepala Bidang Koperasi Usaha Mikro DKUKMP Purworejo, Ibu Rimi Ani, S.E., M.M., mengungkapkan bahwa program strategis ini dapat terealisasi berkat dukungan penuh melalui usulan Pokok Pikiran (Pokir) Komisi 3 DPRD Kabupaten Purworejo.
"Dinas KUKMP akan terus mendorong dan mendampingi pelaku UMKM agar tumbuh dan berkembang. Kami melakukan berbagai aksi nyata berupa pelatihan berkelanjutan seperti ini guna mewujudkan visi dan misi Kabupaten Purworejo. Kami berharap seluruh peserta memanfaatkan kesempatan emas ini untuk mencari ilmu dan menerapkan jiwa wirausaha yang kreatif, inovatif, serta tangguh," ujar Rimi Ani dalam sambutannya.
Pentingnya Legalitas Usaha dan Layanan "SAPA UMKM"
Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Kabupaten Purworejo, Ir. Hadi Pranoto. Dalam pengarahannya, beliau menekankan bahwa legalitas merupakan fondasi utama bagi pelaku usaha di era digital.
"Saat ini, minimal setiap unit usaha harus mengantongi Nomor Induk Berusaha (NIB). Pembuatannya kini jauh lebih mudah karena bisa diakses secara online, cukup bermodalkan HP dan email aktif," jelas Hadi Pranoto.
Lebih lanjut, Hadi memaparkan bahwa pelatihan komprehensif ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mencakup dua hari pendalaman materi di Gedung PLUT KUMKM Purworejo dan satu hari studi banding atau kunjungan usaha ke luar daerah. Beliau juga memperkenalkan program SAPA UMKM yang baru diluncurkan oleh Kementerian UMKM sebagai pusat aduan dan solusi cepat bagi dinamika permasalahan yang dihadapi para pelaku UMKM di lapangan.
Komitmen Legislatif: Dorong Penganggaran dan Siap Perjuangkan Fasilitas PLUT
Hadir sebagai narasumber pertama, Ketua Komisi 3 DPRD Kabupaten Purworejo, Tursiyati, S.E., menegaskan komitmen legislatif untuk terus mengawal kemajuan UMKM lokal. Menanggapi adanya kekurangan fasilitas penunjang di Gedung PLUT KUMKM, ia berjanji akan memperjuangkan pemenuhan sarana dan prasarana tersebut melalui fungsi penganggaran dewan.
"Kami minta Dinas KUKMP untuk tahun depan merancang pelatihan serupa dengan sasaran pelaku usaha dan jenis kegiatan yang berbeda, agar program UMKM naik kelas ini bisa dirasakan secara merata," tegas Tursiyati.
Senada dengan hal itu, Hendro Susilo, S.E., yang juga legislator dari Komisi 3 DPRD Purworejo, memberikan suntikan motivasi kewirausahaan kepada peserta. Ia menjelaskan bagaimana Komisi 3 yang membidangi pemberdayaan masyarakat dan pendapatan daerah selalu bersinergi harmonis dengan pihak eksekutif (DKUKMP).
"DPRD memegang fungsi budgeting (anggaran) untuk mendukung program kerja pembangunan, sedangkan dinas terkait yang mengeksekusinya di lapangan. Sinergi ini murni demi kemajuan ekonomi masyarakat Purworejo," imbuh Hendro.
Kupas Tuntas Strategi Pasar: Jangan Cuma Ikut Tren, Ciptakan Keunikan Produk
Pada sesi inti, pelatihan menghadirkan praktisi handal dari Mitajani Training Consultant. Narasumber pertama, Ibu Riana Ambarsari, mengupas tajam realita kesalahan umum pelaku UMKM yang kerap berjualan secara asal-asalan tanpa melakukan analisis pasar terlebih dahulu.
"Masalah utama UMKM sering kali bukan pada produknya, tetapi karena tidak memahami pasar. Jangan menjual ke semua orang tanpa tahu target pasar, abai kompetitor, dan tidak membaca tren," papar Riana.
Sebagai solusi konkrit, Riana membedah metode Analisis SWOT adaptif (Strength, Weakness, Opportunity, Threat) yang membantu pelaku usaha memetakan kekuatan internal dan peluang eksternal bisnis mereka untuk menghasilkan strategi yang berkelanjutan.
Melengkapi materi tersebut, Ibu Sri Hastuti, S.Sos., M.IKom., memaparkan materi bertajuk "Proses Bisnis: Produk/Jasa Unik, Market Melirik". Ia memandu para pedagang kelapa Kutoarjo untuk menggali keunikan (value) usaha mereka dibanding kompetitor melalui pendekatan branding.
"Temukan cerita unik di balik produk Anda agar konsumen selalu ingat. Sukses di pasar ditentukan oleh lima langkah penting: brand positioning, brand identity, brand visuality, brand disruption, dan mengikuti evolusi strategi pemasaran (marketing evolution)," punggung Sri Hastuti.
Hari pertama pelatihan ditutup dengan antusiasme tinggi dari paguyuban pedagang  pasar kutoarjo (PPK) yang siap mempraktikkan ilmu barunya guna mengubah pola pikir bisnis tradisional menuju pengelolaan usaha yang modern dan kompetitif.




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment