Pedagang Pasar Sebagai Mitra Strategis, DKUKMP Purworejo Gelar Pembinaan Pengendalian Inflasi

By DINKUKMP 21 Agu 2026, 21:48:33 WIB Kegiatan

Berita Terkait

Berita Populer

Pedagang Pasar Sebagai Mitra Strategis, DKUKMP Purworejo Gelar Pembinaan Pengendalian Inflasi

Keterangan Gambar : Paparan Materi Pedagang sebagai Sensor Pengendalian Inflasi


Purworejo, 20 Agustus 2026 – Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah dan Perdagangan (DKUKMP) Kabupaten Purworejo menyelenggarakan Rapat Pembinaan Pelaku Usaha Bahan Pokok Penting (Bapokting) bertempat di Gedung Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Lantai 2, Kamis (20/08).

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 WIB ini dihadiri oleh para pedagang bapokting dari berbagai pasar daerah, yakni Pasar Purworejo, Baledono, Kutoarjo, Kaliboto, Jenarwetan, Purwodadi, Grabag, dan Mundusari.

Dipandu oleh moderator Ari Wibowo, S.T. (Kabag Perekonomian dan SDA Setda Purworejo), rapat ini menitikberatkan pada pentingnya posisi pedagang dalam sistem ekonomi daerah.

Narasumber pertama, Rizky Suhartini, S.Psi dari Unit III Satreskrim Polres Purworejo, menekankan pentingnya sinergi antara pedagang pasar dengan aparat penegak hukum guna mencegah potensi pelanggaran hukum dalam niaga.

Selanjutnya, Rumilah Natratilova, S.Si, M.Ec.Dev, Kepala BPS Purworejo, memaparkan materi teknis mengenai "Data Harga, Inflasi, dan Indeks Perubahan Harga (IPH)". Pemaparan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada pedagang mengenai bagaimana fluktuasi harga di pasar berkontribusi terhadap indeks harga konsumen secara makro.

Poin penting disampaikan oleh Ir. Hadi Pranoto, Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik. Dalam paparannya bertema "Pedagang Sebagai Sensor Pengendalian Inflasi", beliau menegaskan bahwa pedagang bukanlah pihak yang harus disalahkan ketika harga komoditas naik.

"Pedagang adalah mitra pemerintah. Mereka adalah 'sensor' atau deteksi dini bagi pemerintah untuk mengetahui secara riil mengapa harga di lapangan naik, sehingga pemerintah dapat merumuskan langkah penanganan yang tepat," ujar Ir. Hadi Pranoto.

Dalam sesi tanya jawab, para peserta antusias mendiskusikan berbagai topik, termasuk kriteria penentuan suatu daerah yang mengalami inflasi serta harapan terkait preferensi data terhadap petugas sensus ekonomi. Para narasumber memberikan penjelasan komprehensif, memperjelas peran pedagang dalam memberikan informasi akurat yang berdampak langsung pada kebijakan stabilisasi harga pemerintah daerah.

Kegiatan pembinaan ini diharapkan mampu mempererat komunikasi antara pelaku usaha pasar dengan instansi pemerintah, guna menciptakan ekosistem perdagangan yang jujur, transparan, dan terkendali.




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment